Geopark Ranah Minang Silokek

English

Badan pengelola Geopark Ranah Minang Silokek adalah sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk mengembangkan potensi warisan geologi Kabupaten Sijunjung. Badan ini dibentuk pada tahun 2021, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sijunjung Nomor 188.45/83/KPTS-BPT-2021. Pembentukan badan pengelola bertujuan untuk mewujudkan efektivitas manajemen pengembangan dan pengelolaan Geopark Ranah Minang Silokek yang cakap dan dinilai mampu bertanggung jawab. Berikut beberapa sususan Badan Pengelola inti Geopark Ranah Minang Silokek, dengan penanggung jawab langsung dibawah Bupati Sijunjung, kemudian Dewan Pengarah diantaranya Wakil Bupati Sijunjung, Rektor Unand, Syafii Maarif, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, selanjutnya pimpinan eksekutif/ ketua yang langsung dipegang oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, dengan Sekretaris Kepala Dinas Pariwisata dan Olah Raga, bendarahara dipegang oleh Sekretaris Dinas Pariwisata. Kemudian Kepala Sekretariat Ridwan, S. Hut. Setiap bidang memiliki tugas dan fungsi masing-masing yang berkaitan satu sama lain untuk mengelola Gepark Ranah Minang Silokek.

Kemudian Geopark Ranah Minang Silokek juga memiliki jangkuan wilayah kelola diantaranya Silokek yang menawarkan wisata alam berupa Bukit Karst, bentang alam sungai dan bebatuan yang masih terkaga kelestariannya, selanjutnya Kampung Adat yang berada di Jorong Padang Ranah, menawarkan wisata rumah adat dan Bakaua (pesta pasca panen) serta adanya kerajinan songket dan kuliner yang diharapkan dapat menarik wisatawan. Kemudian wilayah Sumpur Kudus menawarkan wisata alam Air Terjun Lubuk Pendakian, tidak hanya itu juga terdapat wisata budaya Makam Rajo Ibadat / Raja Pagaruyung, Batu Uji), dan terakhir didaerah ini juga menawarkan wisata religi Makam Syekh Ibrahim. Daerah selanjutnya yaitu Tanjung Labuah menawarkan wisata alam Hutan Pinus dan Goa Gunung Tombuok. Kemudian daerah Durian Gadang yang menawarkan wisata alam Air Terjun Palukahan dan Goa Sipungguak, tidak hanya itu juga terdapat wisata sejarah dan budaya Makam de Grave Lokomotif uap serta tradisi Bakaua di Batu Godang. Terakhir wilayah Aie Angkek yang menawarkan wisata alam pemandian air panas dan Goa Loguong serta wisata budaya Khatib Ramadhan. Untuk lebih jelas berikut lapiran peta wilayah jangkauan Geopark Ranah Minang Silokek:

Wilayah jangkauan geopark yang cukup luas mengharuskan Badan pengelola untuk melakukan beberapa program diantaranya pertama, melaksanakan kegiatan konservasi di kawasan geoheritage, bioheritage dan cultureheritage, kedua melakukan kegiatan edukasi melalui (penelitian,Gepark Goes To School (GGS), School Goes To Geopark (SGG), Peningkatan kapasitas penggiat geopark dan Geopark Yuoth Forum (GYF) yaitu sebuah komunitas pemuda di bawah Badan Pengelola Geopark yang kegiatannya terkoordinasi oleh Badan Pengelola, ketiga Geowisata melalui pembuatan Geotrek paket geowisata dan peningkatan kapasitas pemandu geowisata, serta pengembangan geoproduk. Untuk mempermudah pengelolaan di enam wilayah jangkauan geopark Ranah Minang Silokek dibentuk sebuah kelompok yang bertanggung jawab kepada Badan Pengelola Geopark Ranah Minang Silokek. Kelompok tersebut dikenal dengan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yaitu sebuah kelembagaan di tingkat masyarakat yang keanggotaannya terdiri dari para pelaku kepariwisataan yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta berperan sebagai penggerak dalam mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan. Dilapangan mereka melakukan pengelolaan sekaligus menjadi pemandu wisata. Berikut beberapa pokdarwis yang ada di wilayah jangkauan Geopark Silokek, Pokdarwis Nagari Silokek, Pokdarwis Durian Gadang, Pokdarwis Silukah, Pokdarwis Saribu Gunung, Pokdarwis Talago Ameh yang terdapat di Nagari Aie Angkek.